Thursday, March 28, 2013

0 20 "kebiasaan baik" yang belum tentu "baik"

Date: Thursday, March 28, 2013 2:13 PM
Category:
Author: ™Cpk-Cyber™
Share:
Responds: 0 Comment
Kita semua tahu beberapa “kebiasaan baik” yang dilakukan orang setiap hari dengan harapan agar membuat mereka lebih sehat. Namun, apakah kebiasaan-kebiasaan itu benar-benar menyehatkan? Ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa “kebiasaan baik” itu tidak selalu baik. Alih-alih menyehatkan, tiga kebiasaan berikut justru dapat merugikan kesehatan Agan.

1. Mandi terlalu bersih

Banyak orang yang mandi terlalu bersih. Mereka mandi menggunakan air panas dan menggosok kulit secara berlebihan dengan sabun. Kulit kita secara alami menghasilkan minyak untuk membersihkan dan melembabkan kulit. Mandi dengan air panas dan menggunakan sabun mandi berlebihan dapat membuang minyak tersebut dan menyebabkan kulit kekeringan, pecah-pecah dan bahkan infeksi. Mandilah dengan air dingin dan gunakan sabun secukupnya untuk membuang kotoran di badan Anda.

2. Tidur malam delapan jam

Anjuran untuk tidur malam delapan jam adalah hal baru. Nenek moyang kita sejak ribuan tahun lalu tidak tidur delapan jam sehari. Mereka tidur hanya sekitar 6 jam di malam hari, namun di siang hari mereka menyempatkan diri untuk tidur sejenak. Tidur siang 15-30 menit bisa lebih menyegarkan badan daripada dua jam ekstra di malam hari.

Dari studi enam tahun terhadap lebih dari satu juta orang dewasa (The Cancer Prevention Study II), disimpulkan bahwa orang yang mendapatkan tidur 6 -7 jam setiap malam memiliki tingkat kematian lebih rendah daripada mereka yang mendapatkan 8 jam tidur!

3. Membersihkan gigi setelah makan

Anda pasti pernah mendengar anjuran untuk menggosok gigi setelah makan. Anjuran itu kurang bijaksana. Makanan (terutama yang asam dan manis) dapat melunakkan enamel pelindung gigi Anda. Jika Anda membersihkan gigi segera setelah makan, Anda akan menyikat enamel yang masih lunak itu sebelum sempat mengeras lagi. Tunggulah minimal setengah jam setelah makan bila Anda akan menyikat gigi.

4. Memeriksakan Gigi Ke dokter Gigi 6 bulan sekali

Sebuah peninjauan terhadap 23 riset di tahun 2003 tidak menemukan bukti konklusif yang mendukung kebutuhan untuk pergi ke dokter gigi setiap 6 bulan. Jika gusi Anda dianggap cukup sehat, setahun sekali menemui dokter gigi dianggap cukup, ungkap James Bader, seorang profesor di sekolah kedokteran gigi University of North California.

Hanya saja, jangan tidak menemui dokter lebih dari setahun. Sebuah penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan American Heart Association tahun lalu menunjukkan bahwa gigi yang dibersihkan oleh dokter gigi profesional setahun sekali dapat menurunkan risiko serangan jantung sebesar 24 persen dan stroke hingga 13 persen.

5. Larangan untuk Makan diatas jam 8 Malam

Kalori tidak mengenal jam. Tidak ada perbedaan makan jam 8 pagi atau jam 8 malam, ungkap Susan Bowerman, asisten direktur UCLA Center for Human Nutrition. Tidak makan di atas jam 8 justru akan mengganggu pola tidur. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa Anda wajib makan sebelum tidur jika Anda berolahraga pada malam hari atau Anda berusia lebih dari 60 tahun.

Protein dalam makanan menyediakan lebih banyak bahan bakar bagi tubuh untuk mensintesis otot. Hal ini juga membantu mengatasi dampak penuaan yang berkaitan dengan kehilangan otot.

6. Pergi ke laboratorium untuk scan setiap tahun

Menurut Dr Jonathan Goldin, scan terkadang memberikan rasa khawatir berlebihan sehingga menyebabkan kecemasan bagi seseorang. Scan dapat membantu mendeteksi kanker paru-paru dan kalsium koroner-arteri, namun scan ini hanya untuk orang-orang di atas 45 tahun yang memiliki faktor risiko, seperti merokok, tekanan darah cukup tinggi atau kolesterol cukup tinggi. Jika tidak ada, Anda tidak perlu melakukan scan.

7. Sikat gigi dua kali sehari

Plak membutuhkan 24 jam untuk mengeras. Sekali menyikat gigi dalam 24 jam lebih baik dari dua kali sehari. Tapi dengan syarat, menyikat giginya minimal dua menit. Dan melakukannya sebelum tidur. Air liur dapat memerangi plak dan produksinya akan menurun ketika Anda tidur. Tapi ini hanya mengenai plak. Nafas masih akan bau saat Anda terbangun di pagi hari. Segera menyikat atau menggunakan obat kumur setelah bangun tidur.

8. Menyikat gigi dengan bulu sikat keras lebih baik

Menyikat gigi dengan bulu sikat yang lembut sama baiknya dan membantu menurunkan risiko kerusakan gigi dan gusi, ungkap Philip Mendelovitz, seorang profesor kedokteran gigi di UCLA school of medicine.

9. Terlalu Sering Memakai Cairan Pencuci Tangan

Menurut Richard Gallo, MD, PhD, kepala divisi Dermatology at the University of California, San Diego, sebaiknya hindari menggunakan cairan pembersih tangan terlalu sering. Dalam sebuah penelitian terbaru dijelaskan bahwa cairan pembersih atau gel sanitasi mengandung triklosan yang membuat bakteri menjadi kebal dan berkembang lebih cepat. Hal ini juga berlaku pada semua sabun pencuci tangan yang mengandung triklosan. Oleh karena itu, Gallo menyarankan untuk mencuci tangan dengan sabun atau gel sanitasi yang mengandung alkohol minimal 60% karena bisa membunuh bakteri hingga 99%.

10. Gonta-Ganti Produk Kecantikan

Hasil yang lama seringkali membuat Anda mencoba-coba berbagai produk kecantikan, mulai dari obat jerawat hingga pemutih kulit. Hal ini pun diamini oleh Jody Levine, seorang dermatologis dari New York.

"Wanita bisa dengan mudah bosan dengan rutinitas kecantikan mereka, terutama jika mereka tidak mendapatkan hasil dengan cepat. Perlu diketahui bahwa, produk kecantikan akan memberikan hasil pada sekitar enam atau delapan minggu setelah pemakaian," ujar Levine.

Mencoba berbagai macam produk kecantikan akan menyebabkan kulit merah, warna kulit yang tidak merata dan tak jarang kulit meradang. "Tak jarang kulit seseorang berubah menjadi sangat sensitif ketika ia mencoba terlalu banyak produk. Hal ini karena tingginya kandungan pengharum dan sanitasi di dalam produk tersebut," tambah Levine.

ok, segini dulu yah, soalnya kalo dilanjutin bakal jadi loooooong post ^^
yang selanjutnya ada disini

Artikel Terkait :



Post a Comment

Info Page Load Timer